Pasar Kemis Cikupa properti 2026 menawarkan kombinasi menarik: kawasan industri aktif, akses Tol Cikupa (Jakarta–Merak) ke Jakarta dan bandara, plus harga yang masih kompetitif dibanding kawasan Tangerang lain. Per 2026, harga rumah berkisar Rp500 juta hingga Rp2 miliar, dengan harga tanah Rp3–7 juta per m².
Pasar Kemis dan Cikupa jarang muncul di artikel properti mainstream. Tapi justru di situlah peluangnya: dua kawasan yang sudah cukup berkembang dengan fondasi industri kuat, tapi belum sepenuhnya terefleksi dalam harga propertinya.
Profil Kawasan: Di Mana dan Mengapa Relevan
Pasar Kemis adalah kecamatan seluas 30,75 km² di Kabupaten Tangerang, berbatasan dengan Rajeg di utara, Cikupa di selatan, Sindang Jaya di barat, dan Sepatan di timur — serta berdekatan dengan Kota Tangerang (Periuk/Jatiuwung) di sisi tenggara. Ini salah satu kecamatan dengan konsentrasi perumahan terpadat di Kabupaten Tangerang. Developer besar sudah lama hadir: Grup Jaya (PT Jaya Real Property, lewat Puri Jaya) dan Alam Sutera (lewat township Suvarna Sutera). Lokasinya dekat Bandara Soekarno-Hatta (15–25 menit) dan Tol Cikupa.
Cikupa — tetangga Pasar Kemis di selatan — dikenal sebagai kawasan industri dan pergudangan, terhubung ke Tol Jakarta–Merak via Gerbang Tol Cikupa. Ekspansi pabrik di koridor Cikupa–Balaraja menciptakan permintaan hunian solid dari pekerja yang membutuhkan tempat tinggal dekat kerja.
Kawasan Industri: Fondasi Permintaan yang Stabil
Yang membedakan Pasar Kemis dan Cikupa dari kawasan residensial murni adalah keberadaan industri di sekitarnya:
– Kawasan industri Cikupa–Balaraja — manufaktur beragam sektor
– Pergudangan & logistik — didorong pertumbuhan e-commerce; koridor barat Greater Jakarta (mencakup Tangerang) mencatat tingkat hunian gudang tertinggi, hampir 97% (CBRE, Q4 2025)
– Akses logistik ke Pelabuhan Tanjung Priok via jaringan tol
Permintaan sewa dari pekerja pabrik dan pergudangan membuat pasar sewa di sini relatif lebih stabil dibanding kawasan residensial murni yang bergantung pada komuter Jakarta.
Data Harga Pasar Kemis Cikupa Properti 2026
| Segmen | Spesifikasi | Kisaran Harga* |
|---|---|---|
| Subsidi FLPP | Tipe 30–36 m² | ±Rp185 juta (plafon Jabodetabek) |
| Entry menengah | LT 72–90 m², 2 lantai | Rp500 juta – Rp800 juta |
| Menengah (township, mis. Suvarna Sutera) | Cluster modern | Rp800 juta – Rp2 miliar |
| Harga tanah per m² | Residensial | Rp3 juta – Rp7 juta |
*Estimasi kisaran pasar 2026; hanya plafon FLPP yang bersifat regulasi.
Alam Sutera mengembangkan township Suvarna Sutera (izin lokasi ±2.600 ha, tahap awal ±900 ha) di Pasar Kemis — sinyal kuat bahwa kawasan ini sudah masuk radar ekspansi developer besar. Tak jauh dari sisi Cikupa, Summarecon Tangerang (±109 ha, dekat GT Bitung di koridor Curug–Cikupa) yang diluncurkan Summarecon Agung pada 2024 turut memperkuat momentum. Untuk konteks harga di kawasan Alam Sutera inti, baca harga rumah Alam Sutera 2026.
Aksesibilitas
Tol Jakarta–Merak via Gerbang Tol Cikupa — ke Jakarta Barat/Pusat ±30–50 menit di luar jam sibuk; ke Bandara Soekarno-Hatta ±15–20 menit.
Jalan Raya Pasar Kemis–Tangerang — koridor utama yang menghubungkan Pasar Kemis ke pusat Kota Tangerang.
KRL — tidak langsung ke kawasan. Stasiun Tangerang (Tangerang Line) adalah yang terdekat, sekitar 15–25 menit berkendara.
Dari sisi tol, Pasar Kemis dan Cikupa sangat kuat — dekat GT Cikupa dan GT Balaraja di Tol Jakarta–Merak. Kelemahannya adalah tidak adanya KRL langsung.
Potensi Investasi: Spillover dan Industrial Demand
Ada dua driver investasi di kawasan ini:
Spillover dari Tangerang Selatan. Harga BSD dan Alam Sutera yang terus naik mendorong pencari rumah bergerak ke barat mencari alternatif lebih terjangkau. Pasar Kemis mulai menerima spillover ini — dan hadirnya township Suvarna Sutera (Alam Sutera) memperkuat narasi tersebut.
Industrial demand. Pertumbuhan e-commerce yang mengerek kebutuhan gudang di Tangerang (koridor barat hampir 97% terisi per CBRE Q4 2025) turut mendorong kebutuhan hunian bagi tenaga kerja logistik dan industri. Kawasan ini termasuk yang paling dekat dengan konsentrasi pergudangan tersebut.
Pertanyaan Umum tentang Properti Pasar Kemis dan Cikupa
Berapa harga rumah di Pasar Kemis 2026?
Estimasi harga rumah di Pasar Kemis berkisar Rp500 juta hingga Rp2 miliar untuk segmen umum. Township seperti Suvarna Sutera menawarkan cluster menengah di kisaran Rp800 juta – Rp2 miliar, sementara entry level non-subsidi Rp500–800 juta masih tersedia dari developer lokal. Rumah subsidi FLPP juga ada di kawasan sekitar dengan plafon Rp185 juta (zona Jabodetabek).
Apakah kawasan Cikupa dan Pasar Kemis cocok untuk investasi sewa?
Cukup baik, terutama untuk properti dekat kawasan industri dan pergudangan. Permintaan sewa dari pekerja industri dan logistik cenderung stabil. Estimasi yield bruto di kisaran 5–7% per tahun bisa dicapai untuk properti harga menengah — bukan angka pasti. Keunggulannya dibanding kawasan residensial murni: permintaan sewa tidak hanya bergantung pada komuter Jakarta.
Apakah ada KRL dari Pasar Kemis dan Cikupa?
Tidak langsung. Stasiun KRL terdekat adalah Stasiun Tangerang (Tangerang Line ke Duri), sekitar 15–25 menit berkendara dari kawasan Pasar Kemis. Aksesibilitas utama kawasan ini adalah via kendaraan pribadi melalui Tol Cikupa (Jakarta–Merak) dan jalan arteri.
Developer besar apa yang sudah masuk Pasar Kemis?
Ada beberapa. Grup Jaya (PT Jaya Real Property) lama hadir lewat Puri Jaya, dan Alam Sutera mengembangkan township besar Suvarna Sutera (izin lokasi ±2.600 ha) di Pasar Kemis. Di koridor sebelah (Curug–Cikupa, dekat GT Bitung), Summarecon Tangerang (±109 ha, launching 2024) juga menambah momentum. Kehadiran developer sebesar ini adalah sinyal pasar bahwa kawasan dinilai menjanjikan.
Untuk memahami konteks kawasan Kabupaten Tangerang secara lebih luas, baca perbandingan Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, dan Tangerang Selatan.









